Pada tahun-tahun sejak saya mendirikan perusahaan saya, sebuah firma konseling penerimaan perguruan tinggi, telah terjadi perubahan budaya yang mendalam pada siswa yang kami anjurkan. Ketika kami memulai bisnis, siswa kami adalah generasi milenial, lahir antara tahun 1981 dan 1996. Sekitar delapan tahun yang lalu, itu berubah. Masuk Generasi Z.

Gen Z, atau anak-anak yang lahir setelah tahun 1997, memiliki ciri generasi yang unik. Mereka benar-benar berbeda dari milenium, tumbuh sebagai penduduk asli digital di era pasca-9/11. Kami secara kolektif telah berinvestasi begitu banyak dalam memahami pola pikir milenium — gaya kerja, motivator, dan nilai yang mereka sukai — untuk memastikan bahwa budaya tempat kerja kami berkembang dan kami secara kolektif berkembang. Sekarang, dengan Gen Z tertua memasuki dunia kerja, saatnya untuk sekali lagi menyesuaikan layar.

Sebagai penasihat penerimaan perguruan tinggi, kami telah memiliki awal yang baik dalam memahami bagaimana menanggapi kebutuhan Gen Z dan membimbing mereka menuju kesuksesan. Berikut adalah lima tip yang dapat ditindaklanjuti untuk membangun budaya tempat kerja yang akan menciptakan kemenangan bagi karyawan Gen Z Anda yang lebih muda dan perusahaan secara keseluruhan.

Sajikan Informasi Secara Sederhana dan dalam Bentuk Visual

Gen Z tumbuh ketika Internet secara kolektif mengubah hidup kita. Meskipun kita semua dapat mengingat waktu sebelum smartphone, Gen Z telah dibanjiri dengan konten karena mereka dapat melihat layar. Meskipun ini membuat mereka menjadi navigator digital yang cerdas, itu juga berarti mereka tidak memiliki banyak kesabaran atau waktu untuk informasi yang padat atau disajikan dengan buruk.

Dalam praktik kami, kami memastikan untuk menyampaikan informasi dalam format ringkas — visual, sederhana, ringkas — agar sesuai dengan kehidupan digital mereka yang terganggu. Bagan sederhana, tugas berpoin, dan banyak spasi adalah kunci dalam membantu Gen Z fokus.

Leave a Reply

Your email address will not be published.